Tampilkan postingan dengan label Kultum online. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kultum online. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Desember 2013

Kumpulan Amalan Harian Dzikir Dari Yusuf Mansur







Assalamu'laikum Wr Wb.

Apa kabar Sahabat Semuanya, semoga Allah selalu mencurahkan rahmad dan hidayahnya kepada kita semua, agar menjadi hamba-hamba Allah yang senantia bertaqwa kepadanya,, Menjalankan apa yang dipertintahkannya dan menjauhi apa yang dilarangnya yaitu (TAQWA) . dibawah ini kumpulan ustadz akan berbagai info tentang Amalan Harian Dzikir Dari Yusuf Mansur Penasaran ..??

seperti apa sih sebenarnya amalan harian dzikir dari Ustadz Yusuf mansur, mari kita simak sama-sama di bawah ini







Semoga Postingan ini berguna bagi orang banyak dan mohon koreksi jika terdapat kesalahan
Astaghfirullaahal ‘adzhiim (3x)


Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung
Alladzi laa ilaaha illa huwal hayyul qayyum wa atubu ilaihi (1x)


yang tidak ada Tuhan kecuali Allah, Dzat yang Maha Hidup dan terus Hidup, dan kami mohon ampun kepadaMu ya Allah
Laa Ilaaha Illallah wahdahu laasyariikalah lahulmulku walahulhamdu yuhyii wayumiitu wahuwa alaa kulli syaiin qadiir (10x)


Tidak ada Tuhan selain Allah, dzat yang Maha Esa, tidak ada sekutu untukNya (tidak ada yang menyamai), dzat yang mempunyai kerajaan dan semua pujian. Dzat yang menghidupkan dan mematikan, dan berkuasa atas segala sesuatu
Laa khaula walaa quw wata illaa billa hil ‘aliy yil ‘adzhiim (1x)


Tiada daya dan kekuatan, Melainkan dengan pertolongan Allah yang Maha Agung
Allahumma ajjirna minannar (7x)


Ya Allah lindungilah kami dari api neraka
Allahumma antassalam waminkassalam wa ilaika ya’udussalam fahayyina rabbanaa bissalam, wa adkhilna jannata daarassalaam, tabarakta rabbana wa ta aalaita yaa dzaljalaali wal ikram. (1x)


Ya Allah Engkaulah As-Salam (keselamatan, keberkahan, kemulian, ketenangan) dan keselamatan dari-Mu dan keselamatan kembali padaMu, berilah keselamatan dalam hidup kami, Dan masukkan kami ke dalam surga Darussalam, Maha Suci Engkau ya Rabb yang Maha Luhur, yang Maha agung dan Maha Mulia
Allahumma laa mania, limaa a’thaita, wa laa mu’thia limaa mana’ta, walaa ra adha limma qadlaita, walla yanfa’u dzal jaddi minkal jadduu. (1x)


Tidak ada Tuhan selain dari Allah, sendirinya tidak ada sekutu baginya,


kepunyaannya semua kekuasaan dan semua pujian dan berkuasa atas


tiap-tiap sesuatu. Ya Allah! Tidak ada yang dapat menghalangi


pemberianmu, dan tidak ada yang dapat memberi kalau Kamu menghalanginya.


Tidak dapat memberi manfa’at orang yang mempunyai kebesarannya itu
Allahumma ainnaa ‘alaa dzikrika, wa syukrika, wa husni ‘ibadatik. (1x)


Ya Allah! Tolonglah aku supaya selalu mengingat Engkau dan bersyukur


kepada Engkau serta membaikkan ibadatku kepada Engkau.


Lanjut Dengan Dzikir:
Ilahana ya rabbana anta maulana : Subhanallah (33x)
Subhanallah wabihamdihi da iman abadan : Alhamdulillah (33x)
Alhamdu lillahirabbil ‘alamin ‘ala kulli halin : Allahu Akbar (33x)


Amalan Harian – Dzikir Ustdz Yusuf Mansur Wisatahati episode 25/04/2012, ini adalah ucapan Ustdz Yusuf Mansyur pada Wisatahati episode 30/04/2012. Beliau mengatakan secara garis besar seperti ini “Semua orang bisa jadi yusuf mansur. yaitu dengan mensharing ilmu yang didapat dari ceramah/tausyiah yusuf mansur kepada orang lain dengan kemampuan yang ada dalam diri kita. sehingga kita bisa mendapatkan pahala yang sama dari Allah SWT.Amin”.

Referensi : 
- http://kumpulanustad.blogspot.com/2012/10/kumpulan-amalan-harian-dzikir-dari.html#.UqdqH4FpFho
READ MORE - Kumpulan Amalan Harian Dzikir Dari Yusuf Mansur

Kisah Ustad Yusuf Mansur Menemukan Tuhan

ediexplore.blogspot.com

Pada malam hari tepatnya tanggal 11 Desember 2013 Jam 2.14 AM, saya ingin posting Kisah Ustadz yusuf Mansur, dan ternyata, setelah browsing di internet menemukan situs, lalu saya share deh, Berikut Artikelnya :

Hikmah itu datangnya dari mana saja.....

Beberapa hari yang lalu, di stasiun TV One secara nggak sengaja saya melihat ada Ustad Yusuf Mansur. Kebetulan waktu itu habis sholat tarawih dan ingin santai sejenak. Wah kebetulan nih ada ceramahnya ustad Yusuf mansur…pikirku. Ternyata bukan ceramah….melainkan kisah tentang tokoh….yang selalu ditayangkan oleh tv One setiap kamis malam.

Waktu itu ustad Yusuf Mansur berkisah tentang perjalanan hidupnya yang penuh dengan masalah. Dililit hutang banyak.... Ditagih sana sini…sampai akhirnya masuk penjara 2 kali. Wah pokoknya betul-betul lengkap deh…kata ustad Yusuf Mansur waktu itu.


Di tengah acara tiba-tiba datang seorang sahabat ustad Yusuf mansur…yaitu Mucele….yang biasa tampil di acara Republik Impian. Saat itu Ustad Yusuf Mansur memeluk sang sahabat…yang katanya betul-betul sahabat sejati. Karena Mucele ini……selalu menemani Ustad Yusuf Mansur baik dikala susah maupun senang…tapi waktu itu …banyak susahnya katanya.

Pernah suatu saat Mucele diajak oleh Ustad Yusuf mansur ke suatu tempat kemana gitu….Si Mucele ini nggak pernah nanya mau kemana …pokoknya kalau di ajak ustad Yusuf mansur ….mau aja. Tiba-tiba dalam suatu perjalan kedua orang yang mengendarai sepeda motor baru milik Mucele ini…..menabrak trotoar. Saking kerasnya tabrakan itu…sampai-sampai ustad Yusuf Mansur terpental jauh sampai ke tengah jalan…..dan pingsan. Sedangkan Mucele…masih sadar di dekat motornya. Waktu itu Mucele hanya berpikir …waduuuh…gimana nasib Ustad Yusuf mansur yah…..secara refleks dia langsung menggeser tubuh ustad Yusuf Mansur ke pinggir jalan dan sambil menunggu bantuan.

Akhirnya Ustad Yusuf Mansur di bawa ke sebuah rumah sakit swasta di Jakarta. Nah…pas di Rumah sakit itulah ustad Yusuf mendapatkan hikmah yang luar biasa besarnya.

Rupanya sebelum kejadian kecelakaan tersebut…pikiran ustad yusuf mansur dipenuhi dengan beban hutang dan masih banyak masalah lainnya yang sangat berat waktu itu. Sehingga waktu mengendarai sepeda motor menjadi tidak konsentrasi dan akibatnya terjadilah kecelakaan itu. …..Tapi justru karena kecelakaan itulah…katanya membawa hikmah yang luar biasa kepada dirinya.

Bagaimana kecelakaan kok malah membawa hikmah…?

Ceritanya begini. Sewaktu dia di rawat di Rumah Sakit tersebut...di sbelah ustad yusuf mansur ada seorang yang sedang didoakan oleh pastur atau pendeta. Sang Pendeta ini berkata kepada pasien yang di sebelah ustad Yusuf mansur tersebut....” Apapun kondisi anda ....seberat apapun beban hidup dan sakit yang anda derita ....Yakinlah bahwa Tuhan itu sangat besar kuasa Nya. Dia bisa menyembuhkan dan membawa kebaikan kepada siapapun yang dikehendaki Nya dalam sekejab...”

Waktu itu Ustad Yusuf Mansur, dari kata-kata sang pendeta itu dia terjemahkan di dalam pikiran nya sendiri sebagai berikut: ” Seberapa besarpun beban hutang saya....saya harus yakin bahwa Alloh Maha kuasa untuk melunasi Nya. Asalkan saya percaya dan tawakkal kepada Nya....Oh Iya...ya...kenapa selama ini saya melupakan Alloh. Kenapa saya tidak mengharapkan pertolongan Alloh dan menganggap bahwa semua masalah ini bisa saya selesaikan sendiri. Sungguh saya termasuk orang yang lupa......dst. Ustad Yusuf Mansur menangis tersedu-sedu.

Begitulah petunjuk Alloh datang melalui lisan seorang Pendeta. Memang hidayah Alloh itu datangnya bisa dari mana saja. Asalkan kita mau membuka hati dan pikiran kita...maka kita akan mendapat petunjuk yang tidak disangka-sangka. Bahkan para kaum sufi jaman dulu....hanya lewat desiran angin mereka sudah merasakan kebesaran Alloh. Jalaludin Ar Rumi...mendengarkan bunyi2 an seruling atau bahkan ketukan palu...pun...sudah bisa menggetarkan hatinya akan kebesaran Alloh. Maka seperti itulah akhirnya yang terjadi pada diri ustad Yusuf mansur.

Mulai saat itu dia bertekad untuk selalu melaksanakan perintah Alloh dan meminta pertolongan kepada Alloh. Sampai akhirnya dia sadar akan kesalahan selama ini.

Wah berarti sudah insaf ya ustad...? belum juga . Ternyata perjalanan masih berliku. Ustad Yusuf mansur sempat masuk penjara lagi. Dan didalam penjara inilah ......keajaiban sedekah dia terapkan. Ceritanya begini....pernah suatu saat ustad Yusuf mansur mempunyai sepotong roti. Pas dia mau makan...ternyata dia melihat di tembok penjara ...ada sederetan semut. Kemudian dia secara spontan tergerak untuk memberikan rotinya kepada semut. Sambil berkata,” Semut, kamu sudah saya beri roti yang cuman satu ini...... tolong doakan saya biar mendapat rezeki yang banyak dan barokah ya...!”. Begitu doa ustad Yusuf mansur saat itu.

Teryata apa yang diharapkan ustad Yusuf mansur terkabulkan. Karena tidak seberapa lama...tiba-tiba saja si penjaga penjara bertanya kepadanya,” Hai Ucup..kamu sudah makan belum...? kalau belum nih saya kasih ayam goreng”. Waktu itu ustad Yusuf mansur sangat bersyukur pada Alloh yang telah mengabulkan doanya. Mulai saat itu akhirnya ustad Yusuf Mansur sangat percaya dengan kekuatan sedekah.

Demikian yang dapat aku sampaikan ada kurang lebihnya saya mohon maaf. Karena ini hanya berdasarkan pemahaman saya tatkala melihat tayangan tv one tersebut.

Sumber : http://blogmayada.blogspot.com/2011/11/kisah-ustad-yusuf-mansur-menemukan.html

READ MORE - Kisah Ustad Yusuf Mansur Menemukan Tuhan

Asmaul Husna,Pengalaman Ust.Yusuf Mansyur

ediexplore.blogspot.com



Assalamu’alaikum wr.wb
Allah Yang Maha Membuka, Allah Juga Yang Maha Memberikan Rizki. Kita sebutlah Nama-Nya, sesuai dengan Seruan-Nya: Walillaahil asmaa-ul husnaa,fad’uuhu bihaa, dan bagi Allah Asmaa-ul Husnaa, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut nama-Nya. (baca: Qs. al A’raaf [7]: 180).
Satu hari, ibu saya memanggil saya dan menyerahkan satu tulisan tangannya. “Baca nih. Amalin. Insya Allah hidup akan berubah…”.
Di tangan saya, ada secarik kertas keramat pemberian ibu saya. Ya, keramat. Sebab yang memberikan ibu saya langsung. Bukan keramat menjadi jimat. Tapi keramat untuk menunjukkan begitu berharganya secarik kertas itu.
Ibu saya, Hajjah Humrif’ah Binti Hajjah Rofi’ah Binti KH. Muhammad Mansur Bin KH. Abdul Hamid, demikian saya tulis nama lengkapnya untuk menghormati diri beliau, menghadiahkan tulisan ini kepada saya. Tulisan yang berisi sebuah doa:
Awloohumma yaa Fattaahu yaa Rozzaaqu, wahai Allah Yang Maha Membuka, wahai Allah Yang Maha Memberikan Rizki. Hawwil haalanaa ilaa ahsanil haal, ubahlah keadaan kami kepada keadaan yang lebih baik lagi.
Begitu kertas itu berisi.
Dahsyat sekali isi kertas tersebut. Saya yang butuh perubahan, saat itu dan hingga kapanpun, tentu sangat membutuhkan amalan zikir ini. Apalagi zikir ini dari ibu sendiri. Subhaanallaah. Saya tentunya dapat dua keutamaan; Keutamaan pertama adalah menurut perintah dan permintaan ibu. Keutamaan kedua adalah berkumpulnya keutamaan doa, zikir, dan membaca Asmaa-ul Husnaa. Apalagi sungguh, saat itu, saat diberikannya “tugas” itu, saya betul-betul sedang membutuhkan suatu perubahan. Tak sanggup rasanya mengubah diri sendiri tanpa bantuan Allah. Tak ‘kan pernah sanggup. Masalah saya melebihi gunung rasanya. Masalah saya lebih dalam dari lautan rasanya. Dan masalah saya terasa seperti batu karang yang ga ‘kan pernah bisa saya tembus. Jadi, saya sangat bergembira mendapat amalan ini.
Saya amalkan dengan riang.
Saya tanya ibu saya, berapa kali. Baca aja sebanyak-banyaknya. Dan karena baca sebanyak-banyaknya ini menjadi tidak jelas, lalu saya mengarantina diri ini dengan membacanya sekian-sekian. Dan waktunya pun saya tentukan sendiri. Saban habis shalat.
Jika ditanya dalil nash al Qur’an dan al Haditsnya, secara langsung tidak ada. Tapi biar saja. Itu kan angka yang saya wajibkan kepada diri sendiri. Bukan suatu kewajiban yang mengada-ngada. Dosisnya saya sesuaikan dengan diri saya.
Hingga kemudian mengalirlah amalan ini untuk jamaah yang satu demi satu datang ke saya. bahkan, ketika berdiri Pesantren Daarul Qur’an, wirid ini menjadi saya wajibkan untuk dibaca; 111x sehabis shalat, 33x, atau sekurang-kurangnya 11x. Dipilih mana yang anak-anak santri dan asaatidz kuat bacanya. Dan bacaan ini pun dijadikan bacaan Riyadhah wajib buat mereka-mereka yang mengikuti Riyadhah 40 hari.
Alhamdulillah. Seingat saya ketika saya membaca, saya memvisualkan keyakinan saya akan satu keyakinan bahwa Allah akan benar-benar mengubah nasib saya.
Saya mengingat, satu hari saya pulang ke rumah. Saya yang banyak hutangnya, saya yang miring betul pandangan kanan kiri terhadap diri saya, sering merasa terhina sebab buanyak sekali kasus, pulang. Sampe depan rumah, saya buka helm yang menutupi wajah dan kepala. Saya buka juga slayer. Di depan pintu rumah, masih di atas motor, saya mencium wangi kuah bakso.
“Bang, bakso…”, begitu saya berteriak ke tukang bakso dari atas motor saya.
Tukang bakso ini dagang di depan rumah saya sedari saya kecil. Dan setahu saya, baik nenek saya, ibu saya, maupun orang-orang tua saya yang lain, tidak pernah mengutip bayaran atas dipakenya tanah halaman rumah kami untuk dia dagang. Ga pake nyewa. Yang istilahnya, kalopun saya minta, masihlah wajar. Eh tiba-tiba dia menengok serius, dan ngomong begini: “Bayar ga…?”. Serius banget mukanya. Saya ingat betul. Sampe sekarang, he he he.
Saat itu saya sensitif sekali. Hati saya hancur. Tukang bakso depan rumah saja ga percaya kalo saya bakalan bayar. Dia mengenal reputasi saya sebagai “orang yang berhutang” dan ga bakal bayar.
Saya butuh amalan yang disampaikan ibu saya. Saya butuh sekali. Supaya Allah mengubah hidup saya. Dari berhutang, menjadi tidak berhutang. Dan saya berharap, ada keridhaan ibu saya ketika saya mengamalkan wirid yang demikian. Amin.
Alhamdulillah. Maka, kepada saudara-saudara semua yang butuh perubahan, butuh aliran rizki tak terduga dari Allah. Perubahan apa saja, dan rizki apa saja, silahkan dawamkan (biasakan) baca wirid ini. Dan dalam kerangka membiasakan, hendaknya pakailah target bacanya sekian sekian. Bila ada yang tanya, wuah, koq pake dibaca sekian sekian sih? Ga ada tuntunannya tuh. Biar saja. Ga usah didengar. Mereka tidak merasakan yang kita rasakan. Kita perlu latihan, hingga kemudian pembiasaan wirid ini mendarah daging, dan menyatu dengan darah kita. Sampe kemudian kita pun berkenan membacanya di luar shalat, bahkan kelak sampe ke pembacaan zikir secara amaliyah (keyakinan, perbuatan) dan sir (hati).
Hendaknya juga sesiapa yang berkenan mengamalkan ini, bacalah sesudahnya membaca wirid yang dianjurkan Rasulullaah saw sehabis shalat.
Semoga Bermanfaat
                                                                              Sumber : 
                    http://dnadzifah.blogspot.com/2012/03/pengalaman-tentang-asmaul-husna-ust.html http://happynature.wordpress.com/2012/05/23/pengalaman-tentang-asmaul-husna-ust-yusuf-mansyur/ 
 http://indonesia-dasar-negara.blogspot.com/2013/05/asmaul-husna-pengalaman-ustyusuf-mansyur.html


READ MORE - Asmaul Husna,Pengalaman Ust.Yusuf Mansyur

Konsep "Matematika" Sedekah Ustad Yusuf Mansur

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Sedekah bukan saja sebagai ritual ibadah yang biasa dilakukan oleh kita sebagai muslim, namun sedekah bisa menjadi jalan bagi setiap permasalahan yang kita alami, mulai dari sakit, ujian, kesedihan, bahkan kesulitan ekonomi.
“Bagaimana bisa?”

Ustad Yusuf Mansur bertutur bahwa dengan sedekah ini, kita bisa memperoleh ampunan Allah, menutup kesalahan serta keburukan serta bisa mendatangkan ridho Allah.
Intinya sederhana, barang siapa yang memberi maka dia akan dibalas oleh Alloh dengan berlipat-lipat. Karena Alloh SWT tidak pernah menyia-nyiakan hambanya telah mendekat kepada-Nya.
“Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): "Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan,..” (QS. Ali ‘Imran : 195)
Berikut konsep “matematika“ sedekah yang diajarkan oleh Ustad Yusuf Mansur:
1.        Memberi 1 dibalas 10
Misal kita memiliki Rp. 100.000, bila kita menyedekahkan sebagian dari uang tersebut maka perhitungannya matematika yang normal sebagai berikut:
100.000 – 10.000 = 90.000
Akan tetapi dengan konsep sedekah, matematikanya menjadi:
100.000 – 10.000   = 190.000
100.000 – 30.000   = 370.000
100.000 – 50.000   = 550.000
100.000 – 70.000   = 730.000
100.000 – 90.000   = 910.000
100.000 – 100.000 = 1.000.000
Kok bisa? Ya memang bisa, karena tiap-tiap uang yang kita sedekahkan akan dibalas 10x lipat dari nominal yang kita sedekahkan.
“Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).”
(QS. Al An’aam : 160)
2.        Memberi 1 dibalas 700
Misal kita memiliki Rp. 100.000, bila kita menyedekahkan sebagian dari uang tersebut maka perhitungan dengan konsep matematika sedekah sebagai berikut:
100.000 – 10.000   = 7.090.000
100.000 – 30.000   = 21.070.000
100.000 – 50.000   = 35.050.000
100.000 – 70.000   = 49.030.000
100.000 – 90.000   = 63.010.000
100.000 – 100.000 = 70.000.000
Sunggu luar biasa bukan. Ini bukan asal bicara, tapi Alloh yang sudah menjanjikan lewat firman-Nya:

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” 
(QS. Al An’aam : 160)
Masih kurang janji Alloh? Ini yang lebih dahsyat
3.        Memberi 1 dibalas Infinity (Tak Terhingga)
Alloh SWT pemilik jagad raya ini, Alloh Maha Kuasa, Alloh Raja segala raja, dan Alloh Maha Pengasih dan Penyayang,
“Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Yang (berbuat) demikian itulah Allah Tuhanmu, kepunyaan-Nyalah kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari.”
(QS. Al Faathir: 13)
Semua yang Alloh kehendaki pasti terjadi, “Kun Fayakun”, “Jadilah maka jadilah”. Alloh saja sanggup menundukkan siang menjadi malam, mengubah malam menjadi siang, menghidup dan mematikan seseorang, apalagi Cuma untuk menyembuhkan penyakit, melunaskan hutang, meyelesaikan masalah, itu kecil bagi Alloh SWT.

Mulai sekarang kita ber”azzam”, takkan kita biarkan kotak amal lewat begitu saja tanpa kita isi, takkan kita biarkan orang kelaparan tanpa kita beri makan, takkan kita tinggalkan anak-anak yatim tanpa kita beri kasih sayang.
Semoga Alloh SWT memberi kemudahan kita untuk selalu berbuat baik dimanapun tempat dan kondisi kita berada, Amin

Referensi : http://alizaka.blogspot.com/2011/11/konsep-matematika-sedekah-ustad-yusuf.html

READ MORE - Konsep "Matematika" Sedekah Ustad Yusuf Mansur

Jumat, 12 Juli 2013

Tausiyah Ramadhan 2013: Telah Datang Bulan yang Agung















Kali ini ediexplore akan share tentang Tausyiah tentang " Telah Datang Bulan Yang Agung " "Penghulu dari semua bulan adalah bulan Ramadhan dan Penghulu dari semua hari adalah hari Jumat" Hadits Nabi SAW

Telah datang kepada kita bulan yang agung, bulan yang penuh berkah yaitu bulan Ramadhan. Pada bulan ini kaum muslimin diwajibkan melaksakan ibadah puasa. Yaitu menahan lapar dan dahaga serta tidak berhubungan seksual dengan isteri, dimulai dari terbit fajar hingga tenggelamnya matahari.

Tentunya penting menjauhi hal-hal yang dapat merusak nilai ibadah puasa, seperti marah-marah, memaki, bergunjing, berdusta dan lainnya.

Pada bulan Ramadhan ini pula, Allah SWT telah menurunkan kitab suci Al-Quran, yang menjadi pedoman dan panduan hidup bagi setiap orang yang mengaku beriman. Bulan ini memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan bulan-bulan lain, sampai disebut Nabi saw sebagai sayyidus syuhuur, penghulu dari segala bulan.

Dimana pada hari-harinya disunnahkan agar lebih banyak melakukan ibadah-ibadah sunnat, disamping tentunya melaksanakan ibadah wajib tepat waktu.

Seperti shalat tarawih, membaca Al-Qurán bahkan upayakan agar menamatkannya pada bulan ini.

Semua amalan sunnat akan dibalas dengan pahala wajib, dan semua amalan wajib akan dibalas 70 kali lipat.

Bahkan pada 10 malam terakhir, asyrul awaakhir terdapat satu malam yang nilainya melebihi 1.000 bulan, yang dikenal sebagai lailatul qadr (malam mulia). Bagi yang beribadah pada malam itu, maka usia ibadahnya akan ditambah disisi Allah swt seribu bulan atau lebih kurang 83 tahun.

Sebagai seorang mu’min, tentu akan bergembira menyambut Ramadhan dengan banyaknya nilai-nilai kebaikan yang terkandung didalamnya. Allah SWT juga menjanjikan, bagi yang beribadah di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mencari ridho-Nya, maka akan diampuni segala dosanya. Semoga saja Ramadhan ini dapat mengantarkan kita menjadi insan-insan yang bertaqwa.

Siapa ikhlas berpuasa, Akan menjadi insan bertaqwa
Siapa malas beribadat, akan menyesal di akhirat

 Penulis : Tifatul Sembiring
Sumber: http://www.bersamadakwah.com/2013/07/tausiyah-ramadhan-2013-telah-datang.html
READ MORE - Tausiyah Ramadhan 2013: Telah Datang Bulan yang Agung

Jumat, 17 Mei 2013

Materi Kultum (Hikmah Puasa)




BISMILLAAHIR ROHMAANIR RAHIIM
Assalaamu’alaykum Warohmatullaahi Wabarokaatuh
Alhamdulillaahirobbil ‘aalamiin. Washsholatu Was salamu’alaa asyrofil angbiya’I wal mursaliin, Wa-’alaa aaalihi washohbihi ajema’iin. Ammaaba’du.
Yang Terhormat para pengurus Masjid.
Yang terhormat para ustadz dan ustadzah.
Serta teman-teman yang berbahagia.
Segala puji hanya kepada Allah Tuhan semesta Alam. Yang telah memberikan kita kehidupan serta kesehatan sehingga kita bisa bertemu di tempat penuh berkah ini. Salam sejahtera semoga tetap tercurah kepada Rasulullah SAW sebagai suri tauladan yang telah mengeluarkan kita dari alam gelap menuju ke alam yang terang benderang seperti saat ini.
Nah ! Pada kesempatan kali ini, judul kultum yang akan dibahas adalah
Hikmah Puasa
Para hadirin yang dirahmati Allah
Bulan Ramadhan merupakan karunia besar bagi hamba-hamba Allah, Karena Ramadhan merupakan bulan yang paling mulia dalam perjalanan bulan-bulan dalam setahun.
Sebagai mana firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 185
Syahrur Romadhoonalladzii Ungzala Fiihil Qur’aanu Hudal Lin Naasi Wa Bayyinaatim Minal Hudaa Wal Furqoon. Famang Syahida Mingkumus Syahro Falyashumhu………….
Artinya
“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda . Karena itu, barangsiapa di antara kamu menyaksikan bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.
Sebab nilai pahala ibadah pada bulan ini dilipat gandakan oleh Allah daripada bulan yang lain. Olehnya itu,  hendaknya setiap muslim menyegerakan amal dalam bulan ini, menyempurnakan ibadah-ibadah, memperbaiki kekurangan-kekurangannya. Misalnya dengan bersedekah, tadarus Al-Qur’an, berdzikir, qiyamul-lail, berakhlaq baik dan sebagainya. Serta kepada teman-teman yang sebaya dengan saya…., jangan suka main-main dalam sholatnya lagi ya…., bisa rugi kan!.
Selain itu, Puasa Ramadhan dengan segala amal ibadahnya berupa tarawih, dzikir, infaq, I’tikaf, membaca alQur’an dan lainnya tentu akan mampu mengantarkan kita menjadi manusia yang bertaqwa. Sebab Ramadhan merupakan bulan mendidik hawa nafsu, menempa keinginan, kepentingan, prinsip hidup, sudut pandang, agar kita tunduk semata-mata kepada Allah swt. Nah, Teman-teman marilah kita memanfaatkan karunia ini dengan baik.., jangan Cuma digunakan untuk liburan semata. Okey!:)
Firman Allah dalam Al Qur’an Surah Al- Ahsab ayat 35 yang artinya.
Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.
Nah!. Para hadirin yang terhormat.
Suatu perkara yang tidak bisa diingkari, bahwa puasa menjadi penyebab utama meraih taqwa karena orang yang berpuasa mampu mentaati Allah walaupun dalam masalah yang sebenarnya dihalalkan sebelumnya, seperti makan, dan minum. Orang yang membiasakan mendidik nafsunya untuk mengikuti perintah Allah, yang sebelumnya suka diumbar. Seperti makan ta’ 4 piring satu kali pagi,siang dan malam…, nah, teman-teman dibulan ramadhan ini kita tidak bisa makan siang ya!.
Yang mengingkari hal tersebut hanyalah orang yang tidak waras alias gila. Sebab jika dia sadar tentu dia meyakini bahwa setiap yang orang yang berpuasa pasti tidak makan siang kecuali bagi anak-anak ingusan yang baru belajar puasa..., bagaimana dengan teman-teman apakah mau dibilangin anak ingusan…, tidak kan.
Selain itu, para hadirin tidak perlu takut berpuasa, karena dari sisi medis, puasa menjadikan sempitnya pembuluh darah, sehingga godaan syetan yang berjalan melalui alirannya menjadi buntu.., tidak bisa lewat setan disitu.. Maka dengan puasa tersebut ambisi berbuat maksiyat melemah dan lahir batin akan menjadi lebih sehat…
Dengan puasa pula keinginan untuk memperbanyak ketaatan semakin kuat. Misalnya orang kaya dapat merasakan langsung bagaimana pedihnya rasa lapar sebagaimana mendera kaum fakirmiskin. Sehingga timbullah tanggung jawab sosialnya. Dan inilah buah taqwa.
Hadirin dan Teman-teman yang berbahagia
Sebagai penutup,
Marilah kita berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan di bulan ramadhan ini baik kepada diri kita sendiri, orang tua, orang-orang disekitar kita maupun kepada Allah yang telah memberikan karunia yang sangat besar kepada kita.
Demikian tadi apa yang dapat kami sampaikan.
Terima kasih
Billahi Taufik Walhidayah
Wassalaamu’alaykum warohmatullaahi wabarokaatuh
 
Sumber : http://motivasisantri.blogspot.com/
READ MORE - Materi Kultum (Hikmah Puasa)

Materi Kultum (Waktu)




Assalaamu’alaykum Warohmatullaahi Wabarokaatuh
Alhamdulillaahirobbil ‘aalamiin. Washsholatu Was salamu’alaa asyrofil angbiya’I wal mursaliin, Wa-’alaa aaalihi washohbihi ajema’iin. Ammaaba’du.
Yang Terhormat para pengurus Masjid.
Yang terhormat para ustadz dan ustadzah.
Serta teman-teman yang berbahagia.
Segala puji hanya kepada Allah Tuhan semesta Alam. Yang telah memberikan kita kehidupan serta kesehatan sehingga kita bisa bertemu di tempat penuh berkah ini. Salam sejahtera semoga tetap tercurah kepada Rasulullah SAW sebagai suri tauladan yang telah mengeluarkan kita dari alam gelap menuju ke alam yang terang benderang seperti saat ini.
Pada kesempatan kali ini, judul kultum yang akan dibahas adalah
Waktu
Manusia hidup tidak bisa lepas dengan waktu, waktu sering diibaratkan sebagai pedang, waktu juga diibaratkan uang dan waktu juga sering diibaratkan umur. Dan pernahkan kita setiap saat memikirkan waktu yang setiap hari terus berjalan dan berputar ?
Seperti berjalan tak mau diganggu. Seperti berlari tak mau berhenti. Kesibukan demi kesibukan menarik kita kesana kemari. Denting waktu tak terasa menyapa jiwa. Tiba-tiba kita menjadi semakin tua. Tak ada cita-cita, yang ada hanya rutinitas yang membuat terlena dan terpaksa. Terlena karena kita menikmatinya dan terpaksa karena merasa tak ada pilihan lain.
Untuk sebuah hidup yang kelak kita dimintai pertanggungjawabannya. Untuk sebuah waktu yang setiap detik selalu memburu hidup kita. Sampai kapan ia berlalu seperti ini. Tanpa makna, begitu begini saja.
Apakah sampai malaikat itu mendekat, dan memegang nyawa kita erat-erat.
Atau sebenarnya masih ada waktu untuk bercermin. Sudah seberapa dekat kita dengan Allah kita. Sudah seberapa pantas kita memasuki surgaNya?
Oleh karena itu, marilah kita memacu keinginan kita untuk memperoleh sebanyak-banyaknya pahala di bulan ramadhan yang mulia ini.
Mungkin kita masih terlampau jauh. Mungkin kita masih teramat sangat tidak pantas. Tapi kita masih punya kesempatan dan keinginan untuk berubah. Lihatlah daun daun sudah menguning. Rumput-rumput sudah tidak lagi hijau. Semua sudah berubah sekarang. Tapi diri kita tetap saja tidak berubah.
 Masih nakal seperti dulu. Masih merasa anak anak dan pengen dianggep sebagai anak anak terus. Tak ada yang berubah Teman-teman kecuali usia kita yang bertambah.
Pengetahuan kita masih sama, ilmu kita juga masih sama. Kita masih kecil dan akan selalu merasa kecil. Kita bersembunyi dari kata kecil itu. Karena kita sibuk dengan hal-hal yang menyita kesempatan kita untuk lebih kenal dengan Allah.
Teman-teman dan para hadirin
Jika sekolah ada kelasnya. Selalu tumbuh, berkembang, naik hingga akhirnya lulus. Bekerja dan naik jabatan. Profesi dan juga otomatis gaji. Semuanya diupayakan naik sesuai dengan umur dan usia serta kebutuhan kita. Tapi kenapa soal agama kita hanya puas di level kecil saja? Apakah itu tandanya kita tidak membutuhkan pengetahuan agama? Karena dari dulu hingga sekarang ternyata pengetahuan kita tidak bertambah.
Para hadirin, ramadhan sudah menjelang lagi. Saatnya merubah diri, menjadi hamba yang lebih baik lagi. kita tahu kita mampu, meski lelah kaki melangkah dan berat hati tuk berubah. Jangan sampai kita termasuk orang yang merugi. Sebagaimana dalam Qur’an Surah Al-‘Ashr ayat 1-3.
Wal Ashr, Innal Ingsaana La Fii Khusr, Illal Ladzii Na’aamanu Wa’aamilush Shoolihaati Wa Tawwaa Shoubil Haqqi Wa Tawashou Bish Shobr.
Artinya:
Demi Masa, Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
Hadirin dan Teman-teman yang berbahagia
Sebagai penutup,
Marilah kita memanfaatkan sebaik-baiknya waktu yang telah diberikan oleh Allah pada  bulan Ramadhon kali ini, semoga kita pada akhirnya menjadi manusia yang beruntung, aamiin.
Demikian tadi apa yang dapat kami sampaikan.
Terima kasih
Billahi Taufik Walhidayah
Wassalaamu’alaykum warohmatullaahi wabarokaatuh
 
Sumber : http://motivasisantri.blogspot.com/2012/07/materi-kultum-waktu.html
READ MORE - Materi Kultum (Waktu)






Sesungguhnya manusia diciptakan oleh Allah SWT adalah paling sempurna dibandingkan dengan mahluk yang lainya. Tetapi kita sendiri sebagai manusia “sering kali” lupa, tidak tahu atau tidak kenal akan diri kita sendiri sebagai manusia. Potensi positif  yang ada dalam diri manusia menjadikannya sebagai hamba yang Bertaqwa, sebaliknya di sisi potensi negative mampu menjadikan manusia menjadi lebih rendah dari makhluk yang gak punya akal sekalipun.
Untuk itu marilah kita ingatkan diri kita ini sebagai manusia, Siapa diri kita ini? Dari mana asalnya? Mau kemana nantinya? Dan yang paling penting adalah bagaimana kita menempuh kehidupan didunia ini supaya selamat mengarungi hidup didunia dan akhirat nanti.
Sobat, jika kita mau kembali Kitab Al-Qur’an ternyata telah tertulis berbagai ayat yang menyatakan bagaimana manusia itu sebenarnya. Diantaranya, Manusia itu adalah  :
Pertama, Lemah

يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُخَفِّفَ عَنْكُمْ وَخُلِقَ الإنْسَانُ ضَعِيفًا

Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah.(QS.An-Nissa : 28)
Ketahuilah bahwa manusia sangatlah lemah, tidak bisa hidup sendiri. Saling membutuhkan dan ketergantungan dengan yang lain
Kedua, Suka Tergesa

وَيَدْعُ الإنْسَانُ بِالشَّرِّ دُعَاءَهُ بِالْخَيْرِ وَكَانَ الإنْسَانُ عَجُولا

Dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa. (QS.Al-Isra’ : 11)
Ketidaksabaran manusia jelaslah terbukti, semuanya ingin terjadi instant. Ihtiar baru sepertiga ingin lekas mendapat hasil. Terkadang sesuatu hal yang menarik hati, menjadikan lupa akal sehat dan logika. Itulah Manusia.
Ketiga, Senang Membantah

خَلَقَ الإنْسَانَ مِنْ نُطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُبِينٌ

Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata. (QS. An-Nahl : 4)
Keempat, Suka Berlebih-lebihan

وَإِذَا مَسَّ الإنْسَانَ الضُّرُّ دَعَانَا لِجَنْبِهِ أَوْ قَاعِدًا أَوْ قَائِمًا فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُ ضُرَّهُ مَرَّ كَأَنْ لَمْ يَدْعُنَا إِلَى ضُرٍّ مَسَّهُ كَذَلِكَ زُيِّنَ لِلْمُسْرِفِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Dan apabila manusia ditimpa bahaya Dia berdoa kepada Kami dalam Keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, Dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah Dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan.

كَلا إِنَّ الإنْسَانَ لَيَطْغَى

Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, (QS.Al-Alaq : 6)
Kelima, Lalai dan Pelupa

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ

Bermegah-megahan telah melalaikan kamu. (QS.At-Takaatsur : 1)

وَإِذَا مَسَّ الإنْسَانَ ضُرٌّ دَعَا رَبَّهُ مُنِيبًا إِلَيْهِ ثُمَّ إِذَا خَوَّلَهُ نِعْمَةً مِنْهُ نَسِيَ مَا كَانَ يَدْعُو إِلَيْهِ مِنْ قَبْلُ وَجَعَلَ لِلَّهِ أَنْدَادًا لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِهِ قُلْ تَمَتَّعْ بِكُفْرِكَ قَلِيلا إِنَّكَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ

Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, Dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya; kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya LUPALAH Dia akan kemudharatan yang pernah Dia berdoa (kepada Allah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu, dan Dia mengada-adakan sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah: “Bersenang-senanglah dengan kekafiranmu itu Sementara waktu; Sesungguhnya kamu Termasuk penghuni neraka”.
Keenam, Suka Berkeluh Kesah

إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا

Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, (QS. Al-Ma’arij : 20)
Ketujuh, Cenderung Kikir

قُلْ لَوْ أَنْتُمْ تَمْلِكُونَ خَزَائِنَ رَحْمَةِ رَبِّي إِذًا لأمْسَكْتُمْ خَشْيَةَ الإنْفَاقِ وَكَانَ الإنْسَانُ قَتُورًا

Katakanlah: “Kalau seandainya kamu menguasai perbendaharaan-perbendaharaan rahmat Tuhanku, niscaya perbendaharaan itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya”. dan adalah manusia itu sangat kikir. (QS. Al-Isra’ : 100)
Kedelapan, Suka Mengkufuri Nikmat

وَجَعَلُوا لَهُ مِنْ عِبَادِهِ جُزْءًا إِنَّ الإنْسَانَ لَكَفُورٌ مُبِينٌ

Dan mereka menjadikan sebahagian dari hamba-hamba-Nya sebagai bahagian daripada-Nya[1349]. Sesungguhnya manusia itu benar-benar pengingkar yang nyata (terhadap rahmat Allah). (QS. Az-Zukhruf  : 15)

إِنَّ الإنْسَانَ لِرَبِّهِ لَكَنُودٌ

Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya, (QS.Al-’Aadiyaat : 6)
Kesembilan, Senang Berangan-angan

يُنَادُونَهُمْ أَلَمْ نَكُنْ مَعَكُمْ قَالُوا بَلَى وَلَكِنَّكُمْ فَتَنْتُمْ أَنْفُسَكُمْ وَتَرَبَّصْتُمْ وَارْتَبْتُمْ وَغَرَّتْكُمُ الأمَانِيُّ حَتَّى جَاءَ أَمْرُ اللَّهِ وَغَرَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ

Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang mukmin) seraya berkata: “Bukankah Kami dahulu bersama-sama dengan kamu?” mereka menjawab: “Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran Kami) dan kamu ragu- ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah;dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (syaitan) yang Amat penipu. (QS.Al-Hadid : 72)
Sepuluh, Dzalim dan Bodoh

إِنَّا عَرَضْنَا الأمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الإنْسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولا

Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat[1233] kepada langit, bumi dan gunung-gunung, Maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu Amat zalim dan Amat bodoh, (QS.Al-Ahzab : 72)
Itulah sifat-sifat  yang ada dalam diri kita, harus diwaspadai. Begitu banyak sifat buruk yang melekat kepada diri manusia. Allah Maha Adil dan Tidak menyulitkan hamba-Nya, Islam adalah solusi untuk mengatur manusia agar bisa mengarungi ujian di dunia dan menggapai kebahagiaan di akherat
Alhamdulillah, mari kita syukuri nikmat iman dan Islam ini dengan cara :
  • Tetap taat kepada Allah Walaupun kondisi sesulit apapun
  • Tetap belajar terus dengan mengkaji AlQur’an dan Assunah
  • Selalu memperbaiki diri dan tidak menunda pertobatan
  • Menjaga keimanan dengan tetap dalam kebersamaan dan jamaah
Manusia memang lemah dan banyak kekurangan tetapi dengan bersatu akan menjadi kuat sehingga bisa selamat dunia dan akherat.
Dalam Shahih Bukhari dan Muslim, dari Abu Musa Al Asy’ari, dari Nabi, beliau bersabda,

الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا ثُمَّ شَبَّكَ بَيْنَ أَصَابِعِهِ

Seorang mukmin terhadap orang mukmin yang lain seperti satu bangunan, sebagian mereka menguatkan sebagian yang lain, dan beliau menjalin antara jari-jarinya.

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَآءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang  yang bersaudara. (QS.Ali Imran:103)
Semoga Bermanfaat.

Sumber : http://kultum.net/merenungkan-diri-sebagai-manusia.html
READ MORE -

Tunaikanlah Amanat jangan berhianat (Kultum Online)


Kaum muslimin dan muslimat rahimakumullah, marilah kita panjatkan puji syukur ke hadlirat Allah SWT yang telah memberikan berbagai keni’matan kepada kita dan menunjuki kita ke jalan yang benar. Selanjutnya marilah kita tingkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah, dengan melakukan tha’at kepada-Nya, dalam angkat melaksanakan amanat yang telah dibebankan Allah kepada kita.
Amanat adalah suatu kewajiban yang harus ditunaikan. Orang yang tidak menunaikan amanat berarti ia khianat. Kita semua orang yang beriman telah membaca dua kalimat syahadat, yaitu :
اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ، وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
Aku bersaksi bahwasanya tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwasanya Nabi Muhammad adalah utusan Allah.
Dengan mengucapkan syahadat tersebut berarti kita telah berjanji bahwa kita bersedia tha’at kepada Allah dan Rasul-Nya, maka kita wajib melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya, dan kita wajib menjauhi apa yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya. Allah SWT memerintahkan kepada kita agar memenuhi janji atau menunaikan amanat dan melarang khianat. Firman Allah SWT :
ياَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْا اَوْفُوْا بِاْلعُقُوْدِ
Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu. [QS. Al-Maidah : 1]
وَ اَوْفُوْا بِعَهْدِيْ اُوْفِ بِعَهْدِكُمْ، وَ اِيَّايَ فَارْهَبُوْنِ
Dan Penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu; dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk). [QS. Al-Baqarah : 40]
Di dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman :
اِنَّا عَرَضْنَا اْلامَانَةَ عَلَى السَّموتِ وَ اْلارْضِ وَاْلجِبَالِ فَاَبَيْنَ اَنْ يَّحْمِلْنَهَا وَ اَشْفَقْنَ مِنْهَا وَ حَمَلَهَا اْلاِنْسَانُ، اِنَّه كَانَ ظَلُوْمًا جَهُوْلاً
Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat lalim dan amat bodoh, [QS. Al-Ahzaab : 72]
Pada ayat di atas disebutkan bahwa langit, bumi dan gunung-gunung tidak berani memikul amanat, dan manusialah yang sanggup memikul amanat, maka pada akhir ayat dijelaskan bahwa manusia itu amat dhalim dan amat bodoh. Maksudnya manusia yang tidak menunaikan amanat atau berbuat khianat adalah sangat dhalim dan sangat bodoh.
Kaum muslimin dan muslimat rahimakumulullah, begitu pula apabila kita telah membuat perjanjian dengan sesama manusia, maka kita pun wajib melaksanakannya. Firman Allah SWT :
وَ اَوْفُوْا بِاْلعَهْدِ اِنَّ اْلعَهْدَ كَانَ مَسْئُوْل
Dan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya. [QS. Al-Israa' : 34]
ياَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْا لاَ تَخُوْنُوا اللهَ وَ الرَّسُوْلَ وَ تَخُوْنُوْا اَمَانتِكُمْ وَ اَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui. [QS. Al-Anfaal : 27]
اِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ اَنْ تُؤَدُّوا اْلاَمَانتِ اِلى اَهْلِهَا
Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya. [QS. An-Nisaa' : 58]
Menjaga amanat adalah sifat yang harus dimiliki oleh setiap orang yang beriman, sebagaimana yang dijelaskan oleh Allah SWT :
وَ الَّذِيْنَ هُمْ ِلاَمنتِهِمْ وَ عَهْدِهِمْ رَاعُوْنَ(8) وَ الَّذِيْنَ هُمْ عَلى صَلَوتِهِمْ يُحَافِظُوْنَ(9) اُولئِكَ هُمُ اْلوَارِثُوْنَ(10) الَّذِيْنَ يَرِثُوْنَ اْلفِرْدَوْسَ، هُمْ فِيْهَا خلِدُوْنَ(11)
Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya, (8)
dan orang-orang yang memelihara shalatnya. (9)
Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (10)
(ya’ni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya. (11) [QS. Al-Mukminuun : 8-11]
وَ الَّذِيْنَ هُمْ ِلاَمنتِهِمْ وَ عَهْدِهِمْ رَاعُوْنَ(32) وَالَّذِيْنَ هُمْ بِشَهدتِهِمْ قَآئِمُوْنَ(33) وَ الَّذِيْنَ هُمْ عَلى صَلاَتِهِمْ يُحَافِظُوْنَ(34) اُولئِكَ فِيْ جَنّتٍ مُّكْرَمُوْنَ(35)
Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. (32)
Dan orang-orang yang memberikan kesaksiannya. (33)
Dan orang-orang yang memelihara shalatnya. (34)
Mereka itu (kekal) di surga lagi dimuliakan. (35) [QS. Al-Maa'rij : 32-35]
Pada ayat di atas dijelaskan bahwa orang-orang yang menjaga amanat akan dimasukkan ke dalam surga. Dan Allah tidak suka kepada orang-orang yang khianat, Firman Allah SWT :
…. اِنّ اللهَ لاَ يُحِبُّ كُلَّ خَوَّانٍ كَفُورٍ
… Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap orang yang berkhianat lagi mengingkari nikmat. [QS. Al-Hajj : 38]
…. اِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ مَنْ كَانَ خَوَّانًا اَثِيْمًا
... Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat lagi bergelimang dosa, [QS. An-Nisaa' : 107]
Kaum muslimin dan muslimat rahimakumullah, di dalam Al-Qur’an Allah SWT membuat contoh istri yang berkhianat kepada suaminya, maka akhirnya istri tersebut masuk neraka. Firman Allah SWT :
ضَرَبَ اللهُ مَثَلاً ِلّلَّذِيْنَ كَفَرُوا امْرَاَتَ نُوْحٍ وَّ امْرَاَتَ لُوْطٍ، كَانَتَا تَحْتَ عَبْدَيْنِ مِنْ عِبَادِنَا صَالِحَيْنِ فَخَانَتهُمَا فَلَمْ يُغْنِيَا عَنْهُمَا مِنَ اللهِ شَيْئًا وَّ قِيْلَ ادْخُلاَ النَّارَ مَعَ الدَّاخِلِيْنَ
Allah membuat istri Nuh dan istri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh diantara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya), “Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka)”. [QS. At-Tahrim : 10]
Rasulullah SAW juga menjelaskan tentang pentingnya menjaga amanat dan menjauhkan diri dari sifat khianat, sebagaimana riwayat berikut ini :
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: ايَةُ اْلمُنَافِقِ ثَلاَثٌ. اِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَ اِذَا وَعَدَ اَخْلَفَ وَ اِذَا ائْتُمِنَ خَانَ
Dari Abu Hurairah dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Tanda orang munafiq ada tiga perkara, yaitu : 1. Apabila berbicara ia berdusta, 2. Apabila berjanji menyelisihi dan 3. Apabila diberi amanat ia khianat”. [HR. Bukhari juz 1, hal. 14]
Dan Rasulullah SAW bersabda :
اِضْمَنُوْا لِى سِتًّا، اَضْمَنْ لَكُمُ اْلجَنَّةَ. اُصْدُقُوْا اِذَا حَدَّثْتُمْ، وَ اَوْفُوْا اِذَا وَعَدْتُمْ، وَ اَدُّوْا اِذَا ائْتُمِنْتُمْ، وَ احْفَظُوْا فُرُوْجَكُمْ، وَ غُضُّوْا اَبْصَارَكُمْ، وَ كُفُّوْا اَيْدِيَكُمْ
“Hendaklah kalian menjamin padaku enam perkara, niscaya aku menjamin surga bagi kalian : 1. Jujurlah apabila kalian berbicara, 2. Sempurnakanlah (janji kalian) apabila kalian berjanji, 3. Tunaikanlah apabila kalian diberi amanat, 4. Jagalah kemaluan kalian, 5. Tundukkanlah pandangan kalian (dari ma’shiyat) dan 6. Tahanlah tangan kalian (dari hal yang tidak baik). [HR. Ibnu Hibban, dari 'Ubadah bin Shamit, juz 1, hal. 506, no. 271]
Di hadits lain Rasulullah SAW bersabda :
لاَ اِيْمَانَ لِمَنْ لاَ اَمَانَةَ لَهُ وَ لاَ دِيْنَ لِمَنْ لاَ عَهْدَ لَهُ
“Tidak (sempurna) iman bagi orang yang tidak ada amanat baginya, dan tidak ada agama bagi orang yang janjinya tidak bisa dipercaya”. [HR. Baihaqi dari Anas juz 9, hal. 231]
Dan juga Rasulullah SAW bersabda :
قَالَ اللهُ: ثَلاَثَةٌ اَنَا خَصْمُهُمْ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ: رَجُلٌ اَعْطَى بِى ثُمَّ غَدَرَ، وَ رَجُلٌ بَاعَ حُرًّا فَأَكَلَ ثَمَنَهُ، وَ رَجُلٌ اسْتَأْجَرَ اَجِيْرًا فَاسْتَوْفَى مِنْهُ وَ لَمْ يُعْطِهِ اَجْرَهُ
“Allah berfirman : Ada tiga golongan yang besuk pada hari qiyamat menjadi musuh-Ku; 1. Orang yang berjanji dengan nama-Ku, kemudian dia khianat, 2. Orang yang menjual orang merdeka, lalu ia makan harganya (hasil penjualan itu), dan 3.  orang yang mempekerjakan buruh (karyawan) dan karyawan itu telah bekerja dengan baik, tetapi orang tersebut tidak memberikan upahnya”. [HR. Bukhari, dari Abu Hurairah, juz 3, hal. 41]
Demikianlah, semoga Allah memberikan kepada kita sifat amanah dan menjauhkan kita dari sifat khianat, aamiin.

Sumber : Materi Nafar MTA (7) 1432H
http://kultum.net/tunaikanlah-amanat-jangan-berkhianat.html
READ MORE - Tunaikanlah Amanat jangan berhianat (Kultum Online)