Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Desember 2013

25 TIPS HIDUP BAHAGIA dan DAMAI




01. Jangan membanding-banding kan diri kita dengan orang lain,
02. Jangan berpikiran negatif terhadap orang lain,
03. Jangan mengejek atau merendahkan orang lain,
04. Jangan melakukan hal dengan emosi,
05. Jangan suka bergossip hal yg tidak penting,
07. Jangan suka mengeluh,
08. Yang lalu, biarlah berlalu jangan diungkit-ungkit,
09. Jangan membenci,
10. Hiduplah dengan damai,
11. Sadari bahwa kebahagiaan berawal dari diri sendiri,
12. Sadari bahwa hidup adalah proses pembelajaran,
13. Perbanyaklah tersenyum
14. Jangan suka ngotot,
15. Selalulah berkomunikasi kepada orang yang disayang,
16. Yakinlah Setiap hari adalah hari yg baik,
17. Maafkan semua orang,
18. Luangkan waktu untuk orang tua dan hormatilah mereka,
19. Usahakan membuat orang lain tersenyum,
20. Jangan mencampuri urusan orang lain,
21. Beri perhatian terhadap keluarga,
22. Hargailah orang yang mengasihimu dan menyayangimu,
23. Jika melihat orang susah, harus saling tolong menolong,
24. Kuatkan diri untuk selalu bersabar, dan
25. Yang terakhir paling penting adalah selalu bersyukur atas apa yg diberi oleh Allah pada kita dan yakinlah bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik untuk hamba-Nya

Silahkan di share semoga bermanfaat.,


Sumber : https://www.facebook.com/pipitdianirawat1
READ MORE - 25 TIPS HIDUP BAHAGIA dan DAMAI

Senin, 17 Desember 2012

Tentang AYAH

Dulu sekali, sebelum kamu ada:
[1] Ayahmu adalah lelaki yang mengerahkan segala jerih termampu tuk mencari modal agar bisa menikahi ibumu.
[2] Jikalau rupanya kakekmu lah yang menanam modal pelaminan, tentu ayahmu dulu telah berupaya suburkan modal batin.
Lalu, ketika kau terlahir dan tumbuh kecil:
[1] Ingatlah ketika ayahmu pulang malam dari kerja; disambut olehmu dan ibumu.
[2] Letih dan payah agaknya tertera di baris bulu matanya. Sungguh ia berupaya mencari nafkah untukmu dan ibumu.
[3] Pernah dulu ayahmu sakit...tak mampu merangkulmu kembali. Dan kau dan ibumu pun merindukan ceria ayah kala itu.
[4] Dan setelah ayahmu pulih, kembali ia bangkit menata jam-jam hidup yang sebelumnya terberai.
[5] Dan kala itu, masa-masa itu...ayahmu begitu muda. Senyumnya tiada gersang, seri wajahnya sering terpandang dan senja umurnya belum menjelang.

Kini, setelah dewasa:
[1] Jikalau ayahmu masih belum pergi meninggalkan, lihatlah goresan perjuangan di raut dan keriput kulitnya...terlebih wajahnya.
[2] Jikalau ayahmu masih belum pergi meninggalkan, simaklah batuk-batuk senja menahan rasa sakit...kau tahu jika pagi telah terjelang, senja kemudian akan menjelang.
[3] Jikalau ayahmu masih bisa kau tatap wajahnya dan masih kau dengar suaranya, satu pintu surga masih terbuka...
Jikalau ia telah tiada...harga tak lagi tertera...mahalnya tak lagi terbeli...segala sesuatu takkan kau fahami seberapa besar termakna, kecuali setelah hilangnya ia...

[a courtesy to : Hasan Al-Jaizy].
READ MORE - Tentang AYAH